ID | EN
Media & Informasi

08

Nov

Program CSR Pertamina EP Sangasanga Field Tante Siska Raih Penghargaan Best Community Program Kategori Emas di Hanoi

Program CSR Pertamina EP Sangasanga Field Tante Siska Raih Penghargaan Best Community Program Kategori Emas di Hanoi

Sangasanga – Pertamina EP (PEP) Sanga Sanga Field melalui Program Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria atau “Tante Siska” berhasil meraih penghargaan Best Community Program Kategori Emas dalam ajang 14th Annual Global CSR Award 2022 di Hanoi, Vietnam tanggal 3 November 2022.

Program CSR Tante Siska mengembangkan wirausahaan sosial melalui pertanian terpadu dengan sistem ekonomi sirkular dan ramah lingkungan yang dilaksanakan di Desa Sarijaya, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani 'Setaria'.

Senior Field Manager PEP Sanga Sanga Field Gondo Irawan menjelaskan bahwa program disusun dan dilaksanakan dalam periode 2019-2023 dengan tujuan untuk mengembangkan kegiatan pertanian dengan skema ekonomi yang berputar dan sistem inovasi sosial yang mengedepankan efisiensi dan pengembangan keanekaragaman produk secara ramah lingkungan.

“Salah satu upaya yang dilakukan dalam merespon penurunan produktivitas dan hilangnya pendapatan masyarakat yang disebabkan oleh penutupan perusahaan tambang adalah dengan merevitalisasi lahan pasca tambang batubara menjadi lahan pertanian yang efektif,” jelas Gondo.

Dalam pelaksanaannya, Gondo menambahkan bahwa Perusahaan berkolaborasi dengan kelompok masyarakat, pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya. Beragam kegiatan seperti pengolahan pupuk, pembangungan pembibitan dan penyulingan minyak atsiri dilakukan dalam program ini.

“Pengolahan minyak atsiri ini menjadi hand sanitizer dan dipasarkan di masyarakat dalam rangka memberikan penghasilan tambahan bagi kelompok tani. Di sisi lain, masyarakat juga terbantu untuk mendapatkan hand sanitizer dengan mudah sesuai standar kesehatan dengan harga terjangkau,” imbuhnya.

Hasil Studi Universitas Pelayanan LPPM Pertanian Bogor pada tahun 2020 menyatakan bahwa satu inovasi Tante Siska, yaitu Inovasi damkar berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 7,76 ton CO2eq/tahun. Inovasi ini mengubah asap bahan bakar menjadi asap cair dan dapat digunakan sebagai campuran kompos dan pupuk cair. Inovasi Damkar merupakan bagian dari Eco-Innovation Perusahaan yang terintegrasi dengan nilai- nilai utama Perusahaan. Berkat inovasi yang dilakukan, pendapatan kelompok mencapai menjadi Rp328,1 juta/tahun pada 2021, atau lebih dari 27 juta per bulan. Dengan kata lain, program ini telah berhasil merespon permasalahan yang ada di daerah sekitar operasional Perusahaan.

Dari segi lingkungan, sebesar 1.61 Ha berhasil direvitalisasi dan digunakan kembali, serta sebanyak 7,76 ton CO2eq/tahun emisi CO2 berhasil dikurangi. Dalam segi Ekonomi, Program ini berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp382,1 Juta per tahun dan penghematan pembelian pupuk sebesar Rp48,3 Juta pertahun. Sebanyak 16 petani mengelola pertanian terpadu, 114 anggota kelompok tani lainnya telah memiliki pengetahuan di bidang yang sama, serta sebanyak 677 penerima manfaat dari Program Tante Siska.

Manager Communication Relations & CID Regional 3 Dony Indrawan menyatakan bahwa dalam Studi Social Return On Investment (SROI) yang dilakukan pada tahun 2021 di Pusat Studi CSR Universitas Padjadjaran, dihasilkan nilai rasio SROI sebesar 1:15,96 untuk Program Tante Siska.

“Rasio ini menunjukkan bahwa untuk setiap Rp1 yang diinvestasikan oleh Perusahaan dalam pemberdayaan program, manfaat sosial senilai lebih dari Rp15,96 secara total dapat dirasakan untuk masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya,” jelas Dony.

Untuk keberlanjutan program Tante Siska ini, menurut Dony, Perusahaan telah melakukan mitigasi bencana dengan membaginya menjadi tiga kegiatan, yaitu pencegahan, kesiapsiagaan, dan pemulihan. Dalam upaya pencegahann bencana, dipetakan perubahan iklim, banjir, dan tanah longsor. Untuk mencegah besarnya dampak perubahan iklim, dilakukan pengurangan gas rumah kaca (GRK) Emisi. Sementara itu, upaya lain untuk mencegah banjir dan longsor adalah dengan melakukan Revitalisasi lahan.

Selain itu Dony menambahkan bahwa upaya penanggulangan wabah COVID-19 di lingkungan Program Tante Siska, dijalankan sesuai dengan protokol Kesehatan yang sudah ditentukan, seperti memfasilitasi hand sanitizer yang terbuat dari citronella di lingkungan sekitar.

Keberhasilan Program Tante Siska sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 15 dalam menjaga ekosistem darat. SDGs nomor 13,dalam penangangan perubahan iklim. SDGs nomor 8, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua, serta SDGs nomor 1 untuk menghapus kemiskinan.

PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 yang dinakhodai oleh PHI. Dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environment, Social, Governance (ESG). PEP Sangasanga Field bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur dan Tanggap Bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs). PHI berkantor pusat di Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia di https://phi.pertamina.com.

          

Copyright PT Pertamina Hulu Indonesia 2022. All Rights Reserved.