PHI
Good Corporate Governance

Good Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance, selanjutnya disebut GCG) menjadi pedoman dalam pengelolaan perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat melaksanakan praktik terbaik dalam memaksimalkan nilai-nilai; melaksanakan kegiatan usaha yang efektif dan efisien; pengelolaan perusahaan yang profesional dan mandiri; menciptakan pengambilan keputusan oleh seluruh organ perusahaan berdasarkan pada nilai moral dan kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, memberikan perlindungan dan perlakuan adil bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya secara maksimal, serta memberdayakan energi untuk inovasi yang berkelanjutan.

Implementasi GCG di PHI mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta ketentuan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik pada Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/2012 tanggal 06 Juli 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-01/MBU/2011.

Pemberlakuan pedoman GCG PHI berdasarkan :

  1. Surat Keputusan Direktur Utama No.04/PHI000/2017-S0 tanggal 22 September 2017
  2. Buku pedoman tata kelola perusahaan (code of corporate governance) PT Pertamina Hulu Indonesia yang di sahkan tanggal 2 Mei 2019
  3. Surat keputusan (SK) Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia No. 04/PHI000/2017-S0 tentang pemberlakuan pedoman-pedoman terkait compliance PT Pertamina (persero)
PROGRAM GCG

Implementasi dari pedoman pelaksanaan GCG tersebut diwujudkan dalam program :

  1. Unit Pengendalian Gratifikasi
  2. Gratifikasi, Penolakan, Penerimaan, Pemberian Hadiah/Cinderamata dan Hiburan (Entertainment)
  3. Kewajiban Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)
  4. Whistle blowing System (WBS)
  5. Penyampaian Laporan-Laporan atas Program Kepatuhan melalui Compliance Online System.
Praktik GCG dilaksanakan dalam suatu struktur dan mekanisme GCG yang terdiri dari Organ Utama dan Organ Pendukung. Organ Utama terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Organ Pendukung GCG merupakan organ Perseroan yang membantu pelaksanaan tugas dan kewajiban dari Dewan Komisaris dan Direksi dalam implementasi GCG, yaitu Fungsi Relations, Fungsi Internal Audit, dan Fungsi Policy & Risk Management.

KODE ETIK

Tata perilaku dalam hubungan bisnis antara perusahaan dengan mitra bisnisnya harus selalu menerapkan prinsip-prinsip GCG. Untuk menjalankan etika dan prinsip-prinsip GCG disusunlah Pedoman Perilaku dan Etika Bisnis/Code of Conduct sebagai acuan bagi seluruh Perwira PHI.

Untuk menjalankan etika dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi seluruh Insan Perusahaan maka dibuat Pedoman Perilaku dan Etika Bisnis/Code of Conduct (“Pedoman Perilaku”) sebagai acuan bagi seluruh Insan Perusahaan yang berkenaan dengan perilaku Etika Bisnis agar sesuai dengan GCG.  Pedoman Perilaku harus dijadikan panduan bagi Insan Perusahaan untuk selalu berperilaku sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Perusahaan berdasarkan nilai dan prinsip GCG.

LIST CODE OF CONDUCT

Pedoman Etika Bisnis/Code of Conduct merupakan sekumpulan komitmen yang terdiri dari etika bisnis Perusahaan dan etika kerja Pekerja Perusahan, yaitu komitmen-komitmen sebagai berikut:

Komitmen terhadap Health, Safety, Security & Environment

Komitmen terhadap Sumber Daya Manusia

Komitmen terhadap Mitra Kerja dan Pelanggan

Komitmen terhadap Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan

Komitmen terhadap Aset Perseroan

PEDOMAN KERJA

 

Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, pekerja di lingkungan PT Pertamina Hulu Indonesia, memiliki kedudukan dan fungsi yang vital. Oleh karena itu diperlukan standar prosedur kerja (Standard Operational Procedure/SOP) yang dalam lingkungan Pertamina dikenal sebagai Tata Kelola Organisasi (TKO) dan Tata Kelola Individu (TKI). TKO dan TKI menjadi pedoman untuk melaksanakan segala kegiatan operasional perusahaan serta mengatur dan mengendalikan hubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).

Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh /dalam rangka penyelesaian suatu bidang tugas. Tata kerja adalah cara-cara pelaksanaan kerja yang seefisien mungkin atas suatu tugas dengan mengingat segi-segi tujuan, peralatan, fasilitas, tenaga kerja dan prosedur kerja yang kemudian membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka melaksanakan suatu bidang pekerjaan. Suatu pola dalam melaksanakan pekerjaan itulah yang dinamakan dengan sistem kerja.

PT Pertamina Hulu Indonesia menyadari manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja, hal tersebut untuk mendukung program GCG yaitu untuk memaksimalkan nilai perusahaan, melaksanakan kegiatan usaha yang efektif dan efisien, pengelolaan perusahaan yang profesional dan mandiri, menciptakan pengambilan keputusan oleh seluruh organ perusahaan berdasarkan pada nilai moral dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, memberikan perlindungan dan perlakuan adil bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya secara maksimal serta memberdayakan energi untuk inovasi yang berkelanjutan.

KOMITMEN ANTI PENYUAPAN

Sebagai salah satu komitmen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dalam rangka memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik/good corporate governance (GCG) di perusahaan, pada tahun 2020 PHI melakukan implementasi dan sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Sesuai Surat Keputusan Direktur Utama PHI No. Kpts-024/HI0000/2020-S0 tanggal 1 Oktober 2020 tentang Penetapan Pokok-Pokok Kebijakan Anti Penyuapan PHI, seluruh Perwira PHI dan pemangku kepentingan/stakeholder PHI, wajib menerapkan Prinsip 4 NO’S :

No Bribery

Hindari/menolak segala bentuk suap menyuap dan pemerasan

No Kickback

Hindari/menolak meminta komisi dan tanda terima kasih, baik dalam bentuk uang dan dalam bentuk lainnya

No Gift

Hindari/menolak penerimaan/pemberian hadiah atau gratifikasi yang bertentangan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku

No Luxurious Hospitality

Hindari/menolak penyambutan dan jamuan yang berlebihan

WHISTLE BLOWING SYSTEM

Laporkan tata laku yang tidak semestinya

Kami ingin memastikan Pertamina tetap menjadi tempat yang aman, adil dan jujur untuk bekerja. Pencurian, penipuan, ketidakjujuran, gangguan, kelakuan tidak etikal, dan tempat bekerja yang berbahaya mempunyai efek negatif kepada tempat kerja Kami.

Dengan melaporkan perbuatan tidak benar, anda telah membantu Kami untuk menciptakan lingkungan bekerja yang aman. Anda juga telah membantu Kami menghemat uang dengan menghindari pencurian, penipuan dan ketidakjujuran di dalam lingkungan kerja Kami.

Jika anda melihat atau mencurigai sesuatu yang tidak benar telah terjadi di lingkungan kerja Kami, bisa melaporkan dari link berikut ini :

Segera laporkan segala bentuk penyuapan melalui saluran WBS Pertamina : https://pertaminaclean.tipoffs.info/
 Email : pertaminaclean@tipoffs.com.sg    |    Telepon : +62 8118615000

Telepon:
(021) 381 5909
(021) 381 5910
(021) 381 5911

SMS dan Whatsapp:
0811 861 5000

Klik disini untuk membuat laporan

https://pertaminaclean.tipoffs.info/

Faksimili:
(021) 381 5912

Email :
pertaminaclean@tipoffs.info

LAPORAN TAHUNAN & RUPS

Laporan Tahunan 2020
Laporan Keberlanjutan 2019
Laporan Tahunan 2019
Laporan Tahunan 2018
Laporan Tahunan 2017

  @Pertamina