PHI
PRODUKSI GAS

PRODUKSI GAS

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sepanjang tahun 2020 memberikan kontribusi terhadap produksi gas Pertamina sebesar 727,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kontribusi ini merupakan komitmen PHI sebagai bagian dari Pertamina Grup terhadap ketahanan dan ketersediaan energi nasional di masa depan.

Gas yang diproduksi oleh PHI didistribusikan kepada konsumen di dalam dan luar negeri, yaitu:

A. Konsumen Dalam Negeri

  • 1. Kilang Refinery Unit V Pertamina

    Salah satu bentuk sinergi dan upaya dalam penciptaan nilai secara optimal sebagai korporasi, gas yang dihasilkan oleh PHI juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan Kilang Pertamina Refinery Unit V  (RU V) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Gas yang dialirkan ke RU V tersebut diproduksi oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Selain itu untuk mempertahankan kehandalan serta keberlanjutan pasokan gas ke depannya, sejak Februari 2021 PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah juga mengalirkan gas ke RU V melalui fasilitas PHKT sebagai bentuk sinergi anak perusahaan PHI.

  • 2. Jaringan Gas Rumah Tangga (JARGAS)

    Dalam upaya mendukung program Pemerintah untuk pemerataan penggunaan gas dalam negeri sekaligus mengurangi impor LPG, PHI telah berpartisipasi sebagai pemasok utama gas alam untuk konsumen rumah tangga dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di 4 kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Timur, yaitu: Bontang, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan. PT Pertamina (Persero) adalah pelaksana pendistribusian gas yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

  • 3. Kelistrikan

    PHI juga mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas alam dalam bauran energi untuk pembangkit listrik sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 11 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik. PHI berpartisipasi dalam pasokan gas kepada badan usaha pembangkitan tenaga listrik di Kalimantan Timur, yaitu: PT Bontang Migas Energi (Independent Power Plant/IPP Bontang), Perusahaan Daerah Kelistrikan & Sumber Daya Energi Kutai Kartanegara (IPP Senipah), dan PT Kaltim Daya Mandiri, serta ke depannya akan kembali memasok gas untuk PLN Bontang dan PLN Tanjung Batu.

  • 4. Pabrik Pupuk dan Petrokimia

    Sesuai dengan kebijakan Pemerintah, industri pupuk dan petrokimia termasuk mendapat prioritas dalam pemanfaatan gas alam, mengingat gas tersebut digunakan tidak hanya untuk bahan bakar (fuel) namun juga digunakan sebagai bahan baku (feedstock). Industri pupuk dan petrokimia di Kalimantan Timur adalah konsumen utama dari Gas Pipa PHI. Beberapa konsumen dalam industri ini yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT 1A, 2, 3, 4), PT Kaltim Methanol Industri (KMI), dan PT Kaltim Parna Industri (KPI).

  • 5. Nusantara Regas (Kontrak NR)

    Kontrak NR merupakan kontrak LNG pertama kepada pembeli domestik di Indonesia, dengan pengiriman kargo mulai 2012 dan akan berakhir di 2022. Pengiriman LNG dari Kontrak NR dikapalkan ke Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas di Teluk Jakarta untuk memenuhi kebutuhan gas di Pembangkit Listrik Muara Karang, Tanjung Priok, dan Muara Tawar yang memasok listrik untuk Jakarta dan sekitarnya.

     

B. Konsumen Luar Negeri

Saat ini terdapat 2 kontrak LNG jangka panjang, yaitu kontrak 1973 3rd A/R dan 1981 3rd A/R (Bersama-sama disebut “Kontrak WBX”). Kontrak WBX merupakan kontrak LNG kepada para pembeli Jepang, efektif mulai tahun 2011 dan berakhir di 2020. Mengingat LNG merupakan gas yang dicairkan pada kondisi tekanan atmosfer dengan suhu sekitar -160℃, maka seluruh pengapalan LNG dilaksanakan dari terminal Kilang LNG Badak yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, yang saat ini dioperasikan oleh PT Badak NGL.

POMA

POMA (Pipeline Operation Maintenance & Agreement) adalah sistem distribusi Minyak dan Gas melalui pipa yang memanjang dari Senipah hingga ke Bontang sejauh 878 Km. Saluran pipa ini membawa minyak dan gas yang berasal dari Anak Perusahaan PHI ke PT LNG Badak di Bontang untuk gas dan ke Tanjung Santan untuk minyak. Saat ini PHM bertindak sebagai operator POMA.

  @Pertamina