PHI

Kamis, 9 September 2021

PHM Melayarkan Bagian Dek Anjungan JML1 pada Proyek Offshore JSN
PHM Melayarkan Bagian Dek Anjungan JML1  pada Proyek Offshore JSN

JAKARTA, 8 September 2021 – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pada 3 September 2021 telah melaksanakan seremoni proses melayarkan bagian dek   (sail away topside) anjungan JML1 bagian dari proyek offshore Jumelai, North Sisi dan North Nubi (JSN), di Wilayah Kerja Mahakam.

Hadir pada acara tersebut Senior Manager Manajemen Proyek SKK Migas, Noezran Azwar,  Senior Manager Project Management Pertamina Sub Holding Unit (SHU), Siswo Prayitno, dan Senior Manager Projects PHM, Setyo Sapto Edi, dan Management PT Meindo Elang Indah selaku kontraktor pelaksana.

Acara peluncuran itu berlangsung  di dermaga Fabrication Yard PT Meindo Elang Indah, di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dimana bagian dek (topside) anjungan JML1 seberat 315 ton dibawa dengan barge yang ditarik tugboat menuju perairan Kalimantan Timur. Pekerjaan fabrikasi anjungan dalam proyek ini  resmi dimulai pada 1 September 2020. Pengerjaan pembuatan anjungan kepala sumur ini memakan waktu satu tahun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah masa pandemi COVID- 19 ini. 

Selanjutnya anjungan JML1 akan menempuh perjalanan laut dari Bintan selama dua belas hari menuju lokasi  jacket (kaki-kaki) anjungan JML1 yang telah terpasang pada Mei 2021 lalu di Lapangan South Mahakam.  Diharapkan pada pertengahan November 2021, topside WPS3 dan WPN4 untuk Lapangan Sisi Nubi akan berurutan menyusul untuk proses load out dan sail away.

Topside JML1 tersebut diperkirakan akan siap untuk  digunakan bagi kegiatan pengeboran sumur (Ready For Drilling/RFD) pada minggu kedua November 2021. Proyek pembangunan tiga anjungan lepas pantai ini ditargetkan dapat mendukung 20% produksi WK Mahakam pada tahun 2024.

General Manager PHM Agus Amperianto berharap produksi migas dari proyek ini akan mampu menopang produksi WK Mahakam. “Pada saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 MMSCFD,” katanya. Lebih lanjut Agus mengatakan milestone sail away ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam.

Noezran Azwar selaku Senior Manager Manajemen Proyek SKK Migas menyambut baik realisasi proyek yang dilakukan secara tepat waktu, walau berlangsung di tengah pandemi COVID-19. “Terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat atas kerjasama dan koordinasi yang baik, sehingga kemajuan pekerjaan Proyek JSN terukur dan memenuhi target. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya nyata SKK Migas dan KKKS dalam pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) gas pada tahun 2030”.

Proyek JSN ini terdiri dari tiga anjungan lepas pantai yakni JML1 (di Lapangan South Mahakam), dan WPS3 serta WPN4 (di Lapangan Sisi Nubi) termasuk pemasangan instalasi pipeline menuju fasilitas terpasang dengan panjang total 16 kilometer dengan total nilai investasi sebesar Rp 8,3 triliun. Diharapkan seluruh pekerjaan selesai pada awal triwulan pertama 2022. Hingga akhir Agustus 2021, proyek ini telah mencapai 2.880.000  jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI) atau kehilangan jam kerja akibat kecelakaan.

Dalam proyek JSN ini, PHM juga melakukan berbagai upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) dengan memanfaatkan barang buatan lokal, mencakup semua valve (katup), struktur baja, dan pipa penyalur menggunakan ERW (Electric Resistance Welding). Langkah ini mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo di hari Kemerdekaan RI yang ke-76 dalam bentuk penganugerahan Satyalancana Wirakarya kepada dua Perwira PHM, yaitu Irawan Joesodipuro (Piping Valve Pressure Vessel Reference Specialist) dan Ardian Fandika (Metallurgical Welding and NDT Referent Specialist) atas kontribusi dalam meningkatkan nilai tambah pada barang-barang produksi dalam negeri sehingga mendorong peningkatan TKDN.

  @Pertamina