PHI
TJSL

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)

Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)

PT Pertamina Hulu Indonesia menempatkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Social Corporate Responsibility (CSR) sebagai bagian tak terpisahan dari komitmen untuk mengelola dampak kegiatan operasional perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat yang harus dilakukan melalui perilaku perusahaan yang transparan dan beretika.

Komitmen Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Induk Perusahaan Pertamina Hulu Mahakam(PHM), Pertamina Hulu Sanga Sanga, Pertamina Hulu Attaka (PHA) dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur  (PHKT) tersebut sejalan dengan ketentuan PT Pertamina (Persero) melalui :

  • UU No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara
  • UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  • PP No.47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, 
  • Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2011 tentang program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PRO PER).
  • Pedoman Pengelolaan Kegiatan Tanggung  Jawab Sosial dan Lingkungan Pertamina No. A-001/N00040/2013-S9.

Pilar TJSL PHI

Komitmen PHI melalui anak perusahannya terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dilakukan berdasarkan hal-hal berikut :

  • PHI memandang penting penerapan ISO 26000 CSR, karena perlunya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat berdasarkan parameter terukur, pengedepankan prinsip moral dan etis.   Dengan ISO 26000 ini akan memberikan tambahan nilai terhadap aktivitas tanggung jawab sosial yang berkembang dan memiliki prinsip-prinsip kegiatan yang efektif, menjalankan praktek-praktek kegiatan untuk kebaikan komunitas atau masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

  • Pengembangan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan sumber potensi sumber daya lokal, pemanfaatan teknologi terapan yang bermanfaat, pendampingan dan pelatihan yang berkesinambungan sehingga tercipta masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

  • Dalam setiap aktivitasnya selalu berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, kearifan lokal, dan sumber daya lokal, serta Komiten terhadap Ekosistem - 4R (Reduce, Reuse, Recycle,Recovery) terhadap limbah yang dihasilkan.

  • Meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda termasuk kompetensi tenaga pengajar maupun alat bantu pendidikan dan juga keterampilan ataupun keahlian (soft skill) bagi masyarakat guna memberikan bekal untuk usaha mandiri.

  • Good Corporate Governance (GCG)  PHI menyadari dalam setiap kegiatan penyelenggaraan program TJSL seringkali memberikan hasil pada dampak eksternal yang harus di tanggung oleh stakeholders.   Untuk hal itu PHI memandang perlu untuk menjaga nilai nilai kepatuhan bersama stakeholders dengan menjalan semua aktivitasnya berdasarkan prinsip-prinsip GCG.

Program TJSL

Dalam merealisasikan program TJSL, terutama dalam mencapai keberlanjutan lingkungan, sosial, ekonomi dan pendidikan. PT Pertamina Hulu indonesia melalui anak perusahaannya melakukan identifikasi stakeholders melalui proses komunikasi baik interaksi langsung maupun tidak langsung. Stakeholders atau pemangku kepentingan yang sudah di mapping berdasarkan clustering sesuai dengan area kerja masing-masing anak perusahaan.  Program TJSL yang dilakukan antara lain dibidang :

  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Ekonomi, Infrastruktur dan Pelesatarian Budaya
  • Bantuan Bencana Alam

Capaian Program TJSL

Komitmen kami dalam menerapkan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial, ekonomi, edukasi dan lingkungan, dapat terlihat dengan diperolehnya 2 proper hijau untuk Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di lapangan Bekapai Senipah Peciko (BSP) dan Lapangan South Processing Unit (SPU).  Capaian tersebut menjadi langkah awal dalam mewujudkan tata kelola tanggung jawab sosial, ekonomi, edukasi dan lingkungan yang lebih baik, meski terdapat efisiensi dalam pelaksanannya.

LINGKUNGAN

Komitmen Pertamina Hulu Indonesia untuk menjalankan Tanggung Jawab Sosial bidang Lingkungan Hidup sesuai dengan UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang telah dirumuskan pada Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lindungan Lingkungan oleh Direktur Pertamina Hulu Indonesia Bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup pada tahun 2018 merupakan pemenuhan regulasi terkait kegiatan pemboran yaitu implementasi persyaratan izin dumping dan surveillance audit sertifikasi ISO 14001. Melalui fungsi QHSSE mastikan setiap kegiatan di wilayah kerja PHI aman, sehat, ramah lingkungan, efisien serta berkualitas.
Dalam Menjalankan Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan PT Pertamina Hulu Indonesia (dan Anak Perusahaannya) sudah mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, yaitu antara lain:

  1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  2. Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
  3. Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.
  4. Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
  5. Peraturan Menteri ESDM No. 31 Tahun 2012 tentang Flaring di Industri Minyak dan Gas
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan / atau Perusakan Laut
  7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
  8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air
  9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam
  10. Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah
  11. Peraturan Pemerintah No 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi
  12. Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim.
  13. PerMenLH No. 3 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PRO PER) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
  14. PerMenLH No. 1 Tahun 2010 Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air.
  15. Dan beberapa peraturan pemerintah lainnya.

Sertifikasi Lingkungan Hidup

Untuk memenuhi ekspektasi HSSE Excellence Pertamina dimana KPI PROPER adalah pencapaian Hijau atau Emas, konsultasi dan bimbingan dengan expert terkait baik dari KLHK maupun konsultan independent dilakukan, selain melaksanakan benchmarking ke unit operasi Pertamina yang sudah mencatatkan keberhasilannya dengan PROPER Emas. Fasilitasi dari Corporate HSSE dalam beberapa kegiatan workshop turut memberikan bekal yang cukup.  PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) merupakan sebuah evaluasi kinerja ketaatan berskala nasional terhadap pelaku usaha dari berbagai sektor yang memiliki skala kegiatan dengan potensi dampak signifikan terhadap lingkungan hidup, melalui mekanisme pembinaan dan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup.

BUKU LAPORAN ISBN CSR & SDA

Mutiara Hijau Bumi Borneo
Harmoni Hijau Bumi Borneo

  @Pertamina

Website Security Test