PHI
ANAK PERUSAHAAN

ANAK PERUSAHAAN

PT Pertamina Hulu Mahakam

Selengkapnya

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

Selengkapnya

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur

Selengkapnya

PT Pertamina Hulu Attaka

Selengkapnya

PT Pertamina Hulu West Ganal

Selengkapnya

PT Pertamina Hulu Mahakam

SEJARAH

Kegiatan eksplorasi dan produksi WK Mahakam diawali pada tahun 1972 dengan penemuan lapangan minyak lepas pantai pertama di dekat Delta Mahakam yang diberi nama Bekapai. Survei seismik kemudian dilakukan lebih lanjut hingga ditemukannya lapangan-lapangan lain di WK Mahakam, yakni: Handil (1974), Tunu (1977), Tambora (1980), Peciko (1983), Sisi (1986), dan Jempang (1990). Perpanjangan kontrak WK Mahakam hingga Maret 2017 ditandatangani pada tahun 1991 dan pada tahun 1996 dilakukan amandemen hingga Desember 2017. Selama hampir 5 dekade, WK Mahakam telah berhasil menjadi penghasil gas terbesar di Indonesia dan merupakan salah satu tonggak pencapaian industri migas Indonesia.

Pada 1 Januari 2018 PT Pertamina Hulu Mahakam yang merupakan anak perusahaan
PT Pertamina Hulu Indonesia, resmi mengelola WK Mahakam sebagai operator.

AREA OPERASI

Kawasan WK Mahakam meliputi area seluas 2.883,91 km2, dengan 7 lapangan minyak dan gas yang berproduksi.  Secara umum WK Mahakam dibagi menjadi tiga area operasi utama, yaitu Mahakam North Area (MNA), Mahakam Middle Area (MMA), dan Mahakam South Area (MSA). Area operasi MNA meliputi area operasi untuk Lapangan Tambora, Tunu, dan Sisi Nubi yang dilengkapi dengan fasilitas pemrosesan berupa NPU, SPU, dan CPU. MMA meliputi area operasi pada Lapangan Handil dan Bekapai dengan fasilitas pemrosesan di HCA untuk Lapangan Handil dan Production Platform (PP) untuk Lapangan Bekapai. Area MSA menangani wilayah operasi di Lapangan Peciko dan South Mahakam dengan fasilitas pemrosesan di Peciko Processing Area (PPA) dan Senipah sebagai pusat pengolahan kondensat dan minyak dari seluruh lapangan yang dioperasikan PHM. Saat ini, semua lapangan di Mahakam dioperasikan dengan mode operasi tekanan rendah (Low Pressure/LP), kecuali Sisi Nubi dan Tambora yang masih dioperasikan di mode tekanan menengah (Medium Pressure/MP).

PRODUKSI

Pada tahun 2018 rata-rata produksi minyak mentah PHM sebesar 42,3 ribu barel minyak per hari dan gas sebesar 890 juta standar kaki kubik yang menjadikan PHM sebagai salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia.

QHSSE

Quality, Health, Safety, Security, dan Environment (QHSSE) merupakan aspek penting dalam seluruh kegiatan operasi migas dan rantai praktik tanggung jawab sosial, baik kepada pekerja/kontraktor dan juga lingkungan sekitar. Dengan menerapkan praktik K3LL yang benar dan sesuai dengan aturan K3LL, maka PHM telah mengurangi risiko kecelakaan, penyakit akibat kerja, serta pencemaran lingkungan. Dengan memertimbangkan tuntutan standar QHSSE yang tinggi dalam operasi migas maka diperlukan komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dari seluruh elemen organisasi Perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip dan standar-standar QHSSE yang berlaku.

SDM

Bagi PHM, SDM merupakan aset perusahaan terpenting yang mendapatkan prioritas utama dari PHM. Keberadaan SDM turut menjadi penentu dan penggerak utama perkembangan perusahaan, sebab SDM dapat mendukung pencapaian target dan tujuan bisnis. Oleh karena itu, PHM secara terus menerus dan berkelanjutan menjalankan sistem pengelolaan SDM yang terintegrasi. Secara umum, PHM mengelola SDM dengan merujuk pada hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, Pedoman Tata Kerja SKK Migas, serta prinsip keberagaman dan hak asasi manusia dimana pengembangan kompetensi pekerja dilakukan berdasarkan pertimbangan dan evaluasi profesional untuk mendukung kebutuhan perusahaan tanpa memandang ras, agama dan kepercayaan, gender, usia, maupun status.

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

SEJARAH

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) didirikan pada tanggal 27 Juli 2017. Pada tanggal 20 April 2018, Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract antara PHSS dengan SKK Migas telah ditandatangani untuk pengelolaan WK Sanga Sanga yang berlaku efektif sejak tanggal 8 Agustus 2018.

AREA OPERASI

Wilayah migas PHSS terdiri dari 7 lapangan on-shore, diantaranya Semberah, Badak, Lampake, Nilam, Pamaguan, Mutiara, Beras yang seluruhnya terletak di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

PRODUKSI

Pada tahun 2018 rata-rata produksi minyak mentah PHSS sebesar 3,7 ribu barel minyak per hari dan gas sebesar 34 juta standar kaki kubik.

QHSSE

Quality, Health, Safety, Security, dan Environment (QHSSE) merupakan aspek penting dalam seluruh kegiatan operasi migas dan rantai praktik tanggung jawab sosial, baik kepada pekerja/kontraktor dan juga lingkungan sekitar. Dengan memertimbangkan tuntutan standar QHSSE yang tinggi dalam operasi migas, PHSS memiliki komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dari seluruh elemen organisasi untuk menerapkan prinsip-prinsip dan standar-standar QHSSE yang berlaku. Rekam jejak Pekerja PHSS yang panjang dan teruji dalam mengelola bisnis operasi migas bertaraf internasional serta hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan mendukung Perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis serta terus menghasilkan energi bagi negara pada tahun-tahun yang akan datang.

SDM

Sumber Daya Manusia merupakan modal strategis perusahaan dan memiliki peran utama dalam mencapai tujuan perusahaan. Dalam mengelola sumber daya manusia PHSS telah menyelenggarakan dan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di PHSS. Sistem manajemen diperkuat dengan pembagian sub fungsi Training and Development serta Field Human Resource.

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur

SEJARAH

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola Wilayah Kerja (WK) eks terminasi, yaitu WK East Kalimantan & Attaka. Penunjukan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola WK East Kalimantan & Attaka ditetapkan oleh Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tanggal 9 Januari 2017. Sehubungan dengan penunjukan ini, PHKT didirikan  pada tanggal 20 Maret 2018.

PHKT mengelola WK East Kalimantan & Attaka sejak 25 Oktober 2018 melalui Kontrak Bagi Hasil antara SKK Migas dan PHKT tertanggal 20 April 2018 dengan jangka waktu kontrak 20 tahun.

AREA OPERASI

Wilayah migas PHKT terdiri dari 15 lapangan lepas pantai, diantaranya lapangan Attaka yang ditemukan pada tahun 1970 dan merupakan lapangan minyak dan gas lepas pantai terbesar di Selat Makassar. Lapangan Sepinggan, Yakin, Melahin, Kerindingan dan Santan, yang berlokasi di pesisir pantai di Kalimantan Timur ditemukan antara tahun 1973 dan 1995.

Area operasi Perusahaan di Kalimantan Timur meliputi dua area utama, yaitu Area Utara (Northern Area) dan Area Selatan (Southern Area). Di Area Utara, Perusahaan mengelola Lapangan Attaka, Melahin, Kerindingan, Serang, Santan dan Sapi termasuk Terminal Santan. Di Area Selatan, Perusahaan mengelola Lapangan Sepinggan dan Yakin, Terminal Lawe Lawe, Penajam Supply Base dan Kantor Pasir Ridge, Balikpapan.

PRODUKSI

Pada tahun 2018 rata-rata produksi minyak mentah PHKT sebesar 11,3 ribu barel minyak per hari dan gas sebesar 59 juta standar kaki kubik. Produksi minyak mentah PHKT menjadikannya sebagai sepuluh besar penghasil minyak terbesar di Indonesia.

QHSSE

Quality, Health, Safety, Security, dan Environment (QHSEE) merupakan aspek penting dalam seluruh kegiatan operasi migas dan rantai praktik tanggung jawab sosial, baik kepada pekerja/kontraktor dan juga lingkungan sekitar. Dengan mempertimbangkan tuntutan standar QHSEE yang tinggi dalam operasi migas, PHSS memiliki komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dari seluruh elemen organisasi untuk menerapkan prinsip-prinsip dan standar-standar QHSEE yang berlaku. Rekam jejak Pekerja PHKT yang panjang dan teruji dalam mengelola bisnis operasi migas bertaraf internasional serta hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan mendukung Perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis serta terus menghasilkan energi bagi negara pada tahun-tahun yang akan datang.

SDM

Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) berperan sebagai mitra strategis dengan mengembangkan kapabilitas organisasi untuk menunjang kebutuhan operasional Perusahaan serta kesehatan para Pekerja. Sistem manajemen SDM yang berbasis kompetensi diperkuat dengan beberapa pembagian sub fungsi untuk mendukung operasi dan bisnis Perusahaan yang terdiri dari: HR Operations, HR Center of Expertise, HR Business Partners, dan Health & Medical.

PT Pertamina Hulu ATTAKA

SEJARAH

Pada  tanggal 31 Desember 2017, kontrak PSC Inpex Corporation (Inpex) untuk Wilayah Kerja Attaka berakhir. Dengan mempertimbangkan bahwa Inpex memutuskan untuk tidak akan memperpanjang kontrak PSC WK Attaka setelah terminasi, Pemerintah pada tanggal 6 Januari 2017 menugaskan sementara PT Pertamina (Persero) selama periode 1 Januari – 24 Oktober 2018 (selama 10 bulan) untuk menjaga kesinambungan operasi dan kelangsungan produksi.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) ditunjuk oleh PT Pertamina (Persero) untuk membentuk entitas WK Attaka t.m.t. 1 Januari – 24 Oktober 2018. Kemudian, PHI mendirikan PT Pertamina Hulu Attaka (“PHA”) pada tanggal 27 Juli 2017. Mengingat lapangan Attaka secara struktur melampar di WK East Kalimantan yang dikelola oleh Chevron Indonesia Company (CICo) dan WK Attaka yang dikelola oleh PHA maka perjanjian unitisasi yang ditandatangan oleh kedua belah pihak (PHA dan CICO) dalam Unitization Agreement for Attaka Unit Area pada tanggal  7 November 2017.

Setelah 24 Oktober 2018, pengelolaan WK East Kalimantan dan WK Attaka dilakukan secara bersama-sama oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur sebagai pengelola WK East Kalimantan & Attaka sebagai satu WK.

PT Pertamina Hulu West Ganal

SEJARAH

Pada tanggal 19 Desember 2019, telah ditandatangani Kontrak Bagi Hasil/Production Sharing Contract dengan SKK Migas untuk pengelolaan WK West Ganal, yang mulai efektif pada tanggal 26 Januari 2020. PT Pertamina Hulu West Ganal (PHWG) memiliki shared sebanyak 30 persen (non operator). Kontribusi PHWG bagi Perseroan adalah melakukan kegiatan eksplorasi untuk mencari dan menemukan sumber daya migas, melakukan pengembangan blok migas dalam rangka meningkatkan cadangan migas, dan memiliki komitmen untuk menjaga kelancaran operasional pasokan gas dan pemenuhan kebutuhan para konsumen gas di Kalimantan Timur.

Pertamina dan anak-anak perusahaan di bidang hulu migas terus mengembangkan dan memproduksi migas serta mengakselerasi tahapan komersial dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

  @Pertamina

Website Security Test