PHI
QHSSE

Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE)

Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) Program

PHI melalui fungsi QHSSE bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan kesehatan kerja, zero LTI, mencegah pencemaran lingkungan dan melakukan inovasi dan efisiensi untuk mendukung keberlangsungan bisnis. Program kerja yang akan dilakukankan yang diwujudkan dalam bentuk indikator kinerja yaitu menurunkan angka Total Recordable Injury Rate (TRIR), mendapatkan peringkat Program Peringkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PRO PER) Hijau “beyond compliance”, mendapatkan level International Sustainabiliy Rating System (ISRS) series 8 di level 7-8, implementasi pilar Quality yaitu Continous Improvement Program (CIP), persiapan audit Quality Management Assessment (QMA), melakukan Audit Terintegrasi (Sistem Manajemen Pengamanan, Survey Budaya dan Fitness to Work) dan Audit Contractor HSE Management System.

Fungsi QHSSE Perseroan telah evaluasi akhir atas semua pencapaian KPI QHSSE pada bulan Desember 2018. Selain itu, fungsi QHSSE telah melakukan beberapa pertemuan evaluasi dan alignment meeting PHI Group yang merupakan agenda lanjutan dari bulan November 2018 terkait dengan Incident & HSSE Performance Reporting, penentuan dan definisi KPI yang challenging di antaranya terkait asset integrity, security incidents dan aspek lainnya untuk memastikan beyond compliance dan beyond culture di PHI Group dapat terjaga dan bahkan menjadi percontohan pada tahun 2018 Perseroan menargetkan anak perusahaannya yaitu Pertamina Hulu Mahakam untuk melakukan International Sustainability Rating System (ISRS) assessment dengan Det Norsk Veritas – Germanischer Lloyd (DNV-GL).

Target yang semula ditentukan Perseroan adalah ISRS8 Level 7, namun berkat usaha dan sinergi seluruh divisi terkait serta dukungan manajemen, Pertamina Hulu Mahakam dapat melebihi capaian yang ditargetkan yaitu ISRS8 Level 8. Selain menggunakan tools ISRS8 Level 7-8 DNVGL, pedoman Fit To Work Pertamina menjadi acuan untuk pemenuhan ekspektasi atas standar minimum dan bahkan bisa beyond compliance. Risk register di review kembali, dan dilaporkan untuk rutin dilakukan monitoring dan evaluasi atas pemenuhan rekomendasinya. Pelaporan, monitoring dan evaluasi atas QHSSE Performance dilakukan secara berkala dan intens.  Perbedaan klasifikasi pelaporan dijembatani untuk beberapa poin yang sifatnya sudah advance di AP Perseroan bisa tetap dipertahankan agar roda perbaikan berkelanjutan tetap dapat bergulir namun pemenuhan standar internal Pertamina juga terakomodir.

Capaian QHSSE

Simulasi (drill) dilakukan atas prosedur penanggulangan keadaan darurat dan krisis yang dikembangkan, dengan mengundang observer dari SKK Migas, Ditjen Migas dan PT Pertamina (Persero) untuk mendapatkan feedbackBaseline assessment, coaching dan konsultasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal dan kelemahan sistem yang ada untuk kemudian dilakukan perbaikan sebelum dilakukannya penilaian yang sebenarnya. Komitmen dan kegigihan yang kuat dari manajemen dan pekerja baik di Perseroan maupun anak perusahaan membuahkan hasil nyata dengan diperolehnya pencapaian pencapaian sebagai berikut :

  • ISRS8 Level 8 (PHM);
  • Survey Budaya HSE dengan skala tertinggi 5.00 didapat skor 4.10 (PHM) dan skor 4.15 (PHSS);
  • Fit To Work Level 3.8 dari skala 4.0 (PHM);
  •  Audit Contractor Safety Management System
  • (CSMS) dengan skor 98,7 % comply (PHM)

  @Pertamina

Website Security Test