PHI
PRODUKSI MINYAK

PRODUKSI MINYAK

Selama tahun 2018, Pertamina Hulu Indonesia berhasil memproduksi rata-rata 49.1 ribu barel minyak dan kondensat per hari (mbopd). Sesuai kebijakan perusahaan maka pemasaran seluruh produk minyak dan kondensat dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero) cq. Integrated Supply Chain (ISC). Operasi penjualan melalui pengapalan dan serah terima barang dilaksanakan di Terminal Santan yang dioperasikan oleh PHKT dan Terminal Senipah yang dioperasikan oleh PHM. Moda transportasi (kapal tanker) dilaksanakan oleh pembeli dengan koordinasi pengapalan melibatkan SKK Migas.

LAPANGAN MINYAK (OIL FIELD)

Produksi minyak di Anak Perusahaan PHI diperoleh dari beberapa lapangan, diantaranya :
1. Bekapai (PHM)
2. Handil (PHM)
3. Pamaguan (PHSS)
4. Mutiara (PHSS)
5. Badak (PHSS)
6. Attaka (PHKT)
7. Pemarung (PHKT)
8. Balikpapan (PHKT)
TANJUNG SANTAN

Tanjung Santan merupakan fasilitas penyimpanan dan pengapalan minyak mentah dan BRC (Bontang Return Condensate) yang dikelola oleh Pertamina Hulu Kalimantan Timur dengan kapasitas 150.000 BPD dan luas area sebesar 64.400 M2. Tanjung Santan mulai beroperasi sejak tahun 1972 hingga sekarang ini. Selain minyak mentah dan BRC, Tanjung Santan juga menjadi terminal LPG sejak tahun 1976 hingga tahun 2016. Saat ini Minyak Mentah dan BRC yang dikelola berasal dari lapangan migas :
1. PHKT
2. PHSS
3. PHM
4. Blok Makasar (CML)
5. Blok IDD Banka (CRL)
6. Blok Muara Bakau (ENI)

Fasilitas dan Operasi di Tanjung Santan meliputi :
- Process Plant (crude oil processing facility)
- Compressor Station
- Product Movement (Tank Farm & Loading Facility)


Selain itu Tanjung Santan juga memiliki Offshore Loading Facility dengan kapasitas flow rate maximum 24.500 bbl/hours & 14.500 Bbls/hours for BRC.
Produk yang dihasilkan dari Tanjung Santan berupa :
* Attaka Crude Oil - ACO
* Badak Crude Oil - BCO
* West Seno Bangka Mix - WSBM
* Bontang Return Condensate - BRC

  @Pertamina

Website Security Test