PHI

Rabu, 16 Juni 2021

Pertamina EP Tarakan Field Dukung Pengrajin Batik Komunitas Disabilitas
Pertamina EP Tarakan Field Dukung Pengrajin Batik Komunitas Disabilitas

Tarakan, 16 Juni 2021 – PT Pertamina EP Tarakan Field (PEP Tarakan) yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Subholding Upstream area Kalimantan Zona 10, senantiasa berkontribusi bagi pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah kerjanya, antara lain dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada Rumah Batik Disabilitas Tarakan (KUBEDISTIK).

Upaya ini ditempuh PEP Tarakan guna meningkatkan dan memberdayakan KUBEDISTIK, melalui kolaborasi dengan Yayasan Semangat Membara Bangun Indonesia dalam bentuk kegiatan webinar Menyapa Rumah Batik Disabilitas Tarakan (KUBEDISTIK) dengan tema “Muda Berdaya, Berbudaya dan Berkarya Untuk Bangsa”, pada Sabtu, 29 Mei 2021 lalu. Diharapkan dari kegiatan webinar ini dapat disusun stategi yang lebih jitu dalam hal promosi dan pemasaran produk batik KUBEDISTIK, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas daripada lingkup lokal Tarakan, merambah ke pasar nasional bahkan internasional.

Pada kesempatan tersebut Lurah Kampung Satu, KTM Sijabat, S.STP, M.H menyampaikan terimakasihnya kepada PEP Tarakan dan Yayasan Semangat Membara Bangun Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan webinar ini. “Semoga setelah webinar ini tumbuh semangat yang lebih besar, sehingga saya pribadi mau pun perwakilan instansi serta komunitas Pemuda di Kota Tarakan dapat terus mendampingi KUBEDISTIK agar dapat mengenal dan mempromosikan Batik Tarakan ke depannya.” kata KTM Sijabat, S.STP, M.H.

Dukungan ini telah membuahkan hasil dengan terpilihnya KUBEDISTIK menjadi salah satu binaan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdaganganan, sehingga dapat mengikuti program pendampingan pengembangan desain produk ekspor/Designers Dispatch service (DDS) Tahun 2021.

KUBEDISTIK terpilih menjadi perwakilan Kaltara untuk berpartisipasi dalam ajang kegiatan   Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 2021 pada bulan Oktober  mendatang di Jakarta. Acara ini biasanya diikuti oleh berbagai perusahaan nasional dan dihadiri oleh banyak calon pembeli dari dalam maupun luar negeri. TEI ini bertujuan untuk meningkatkan citra bangsa Indonesia di dunia internasional melalui berbagai potensi kekayaan alam, kreativitas dan budaya yang ditranslasikan menjadi berbagai produk yang berkualitas, berdaya saing dan memenuhi standar internasional

Dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), sertifikasi pengrajin batik, character building, dan pelatihan manajemen kelompok dan pemasaran, maka anggota KUBEDISTIK pun dapat mengembangkan minat dan bakat mereka. Mereka mampu memproduksi batik secara mandiri dan kreatif, dimana rencana ke depannya adalah pengembangan variasi berbagai produk bermotif batik Kaltara seperti: sepatu, sandal, topi, baju, masker, siger dan gelang. Motif batik yang di produksi pun beragam, antara lain motif batik khas Tidung, pompa angguk, logo Pertamina, rig menara, Tujuh Pandan Duyung, Pakis-Pakisan, motif Dayak Kaltara, burung enggang dan lain-lain.

Jumlah pengrajin batik disabilitas yang bernaung dalam komunitas ini mencapai 22 orang, mereka difasilitasi oleh Sony Lolong. Bersama-sama mereka memproduksi batik, mulai dari proses mencanting, mencap, menwarnai, mencolek, pencelupan, hingga penjemuran, yang memakan waktu 1 hari. Dalam satu bulan, mereka mampu memproduksi hingga 50 lembar kain batik, namun dapat memproduksi lebih apabila ada pesanan khusus. Saat ini pemasaran di lakukan di Galeri CSR PEP Assest 5 di Balikpapan, dan juga melakukan penjualan secara online yang bekerja sama dengan Rumah Kreatif BUMN. Harapannya adalah di masa depan mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan adanya kegiatan webinar dan partisipasi dalam TEI tersebut.

Senior Manager Relations PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Farah Dewi menyampaikan bahwa kegiatan dukungan kepada KUBEDISTIK merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial perusahaan. “Kami berharap kerjasama dengan KUBEDISTIk ini dapat berlanjut, sehingga mereka mampu mengembangkan pasar yang luas, berkelanjutan dan mandiri,” kata Farah Dewi.

PEP Tarakan dan seluruh unit usaha dalam PHI Subholding Upstream Zona 10 akan terus mendukung program Pemerintah melalui program CSR bidang pendidikan, dalam upaya mewujudkan masyarakat yang berkemampuan dan berdaya saing, agar keadaan ekonomi mereka dapat terangkat melalui emberdayaan potensi wilayah dan komunitas lokal.

  @Pertamina